Pelatihan Penerjemah Resmi Republik Indonesia Angkatan Pertama

Pelatihan Penerjemah Resmi RI Angkatan I resmi ditutup pada hari Selasa 3 September 2013 oleh Kepala Pusdiklat Kementerian Luar Negeri RI Duta Besar Hazairin Pohan. Peserta pelatihan ini berjumlah 20 orang dan merupakanan calon penerjemah resmi yang berasal dari unit kerja Kementerian Luar Negeri dan Perwakilan RI di luar negeri. Para calon penerjemah resmi ini merupakan para ahli bahasa-bahasa asing yang berada di lingkungan Kementerian dan Perwakilan RI. Program Pelatihan Penerjemah Resmi RI ini merupakan bentuk kerjasama Lembaga Bahasa Internasional Fakultas Ilmu Budaya (LBI-FIB) dari Universitas Indonesia dengan Pusdiklat Kemlu.
Pelatihan Penerjemah Resmi Republik Indonesia Angkatan Pertama
Pelatihan Penerjemah Resmi RI

Dalam Pelatihan Penerjemah Resmi RI Angkatan Pertama ini para peserta mendapatkan 7 (tujuh) program pengalihbahasaan. Program pengalihbahasaan bahasa asing tersebut yaitu Bahasa Inggris, Bahasa Arab (Arabic), Bahasa Jepang, Bahasa Mandarin, Bahasa Perancis, Bahasa Rusia, dan Bahasa Spanyol. Dalam program pengalihbahasaan berbagai bahasa asing itu, peserta pelatihan penerjemahan juga mendapatkan berbagai kemampuan penerjemahan khususnya pengetahuan terkait dengan pengetahuan dasar juru bahasa (basic interpreting) dan kemampuan pendukung lain seperti: kemampuan penerjemahan cepat atau tulis/lisan (sight translation), penyimpanan memori (memory retention), mencatat (note taking), consecutive interpreting, simultaneous interpreting, dan kombinasi masing-masing kemampuan juru bahasa tersebut.

Melalui bilik khusus petugas alih bahasa (interpreting booth) para peserta pelatihan memperlihatkan kelihaian meraka dalam melakukan penerjemahan secara langsung (simultaneous) maupun penerjemah bergilir (consecutive interpretation). Demonstrasi ini langsung disaksikan oleh Staf Ahli Manajemen Dubes Ibnu Said dan menyatakan puas puas terhadap hasil-hasil yang dicapai meskipun diklat dilakukan dalam waktu singkat.

Dubes Ibnu Said juga menyatakan, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mempersiapkan konsep Jabatan Fungsional Ahli Bahasa Diplomasi. Konsep ini merupakan jalur pembinaan karir bagi penerjemah di kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sehingga di masa mendatang mereka yang ingin berkarir menjadi penerjemah dapat melalui konsep ini.

Sebagai tindak lanjut, Kapusdiklat menjelaskan akan mengirim para lulusan diklat Penerjemah Resmi Angkatan I dalam penugasan diplomati pada saat berlangsungnya siding APEC pada bulan Oktober mendatang.

Selanjutnya dijelaskan, Pusdiklat akan segera merekrut calon peserta juga dari luar Kementerian Luar Negeri, yaitu dari Kementerian/Lembaga pemerintah maupun dari Pemerintah di daerah  serta ahli bahasa dari kalangan masyarakat untuk mengikuti Diklat Penerjemah Resmi RI Angkatan II yang akan dimulai pada bulan Oktober 2013.

Kegiatan Pelatihan Penerjemah Resmi Republik Indonesia Angkatan Pertama ini adalah tindak-lanjut atas arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam Rapat Kerja Kepala Perwakilan RI dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri tanggal 23 Februari 2012.

Pada kesempatan tersebut Presiden SBY menyampaikan perlunya ketersediaan penerjemah resmi professional yang mencukupi sehingga dapat menunjang kelancaran pelaksanaan tugas Presiden maupun pejabat-pejabat tinggi pemerintah dan negara.

Sebagai catatan, dalam rangka penyelenggaraan hubungan internasional dan peningkatan peran regional dan global, Kementerian Luar Negeri kini sedang mempersiapkan penerjemah (interpreter) dan penyulih bahasa (translator) yakni untuk 16 bahasa asing, yakni 6 bahasa PBB (Arab, Chinese, English, French, Russian, Spanish) ditambah dengan 2 bahasa Eropa (German, Portuguese) dan 2 bahasa Asia (Japanese, Korean) serta 6 bahasa dari negara ASEAN (Cambodia, Laos, Myanmar, Philippines, Thailand, Vietnam).

Disadur dari Kementerian Luar Negeri dalam “Penerjemah Resmi RI Angkatan Pertama Resmi Diwisuda” kemlu.go.id/Pages/NewsKemlu.aspx?IDP=337&l=id.

Leave a Reply