Penerjemah, Jembatan Antarbangsa

Penerjemah, Jembatan Antarbangsa
SABTU (24/8/2013), tak kurang dari lima puluh penerjemah(translator) dan juru bahasa (interpreter) profesional berkumpul di salah satu kafe nan anggun di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Mereka tergabung dalam Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) yang dipimpin Eddie R Notowidigdo (67). Didukung para sejawatnya, Eddie bersungguh-sungguh mengelola HPI sehingga profesi penerjemah dan juru bahasa semakin diakui eksistensinya.
HARI itu, mereka bersilatu­rahmi dalam Temu HPI Kompak. Pada sesi gelar wicara yang membahas Kongres XI HPI (30 November 2013) tampil empat penerjemah senior, yakni Eddie R Notowidigdo, Hananto Sudharto, Rudy Hendarto, Wiyanto Surosode­ngan pemandu Indra Blanquita Hurip. Selanjutnya digelar pelatihan singkat “Kiat Penyuntingan Dalam Penerjemahan” dengan narasumber jumalis senior Imam Jahrudin Priyanto(Wakil Kepala Pusat Data Redaksi dan Pengembangan Program Pikiran Rakyat) yang juga mahasiswa pascasarjana linguistikUPI.
Menurut Eddie, seorang penerje­mah tidak cukup hanya mahir dalam bahasa sumber tetapi harus juga menguasai bahasa sasaran. “Karena pe­latihan Sabtu waktunya singkat, saya berharap rekan-rekan memanfaatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan penyuntingan sehari penuh pada 12 Oktober 2013,” ujar Eddie yang lama bertandem dengan Anna Wiksmadha­ra (Sekretaris HPl) walau kini Anna sudah mundur karena alasan keluarga.
HPI didirikan 5 Februari 1974 de­ngan Ali Audah sebagai ketua perta­ma. Setelah sempat “mati suri”, pada 2000 HPI dibangkitkan kembali oleh Prof Benny H Hoed yang kemudian terpilih sebagai ketua hingga 2007. Pa­da Kongres IX HPI 23 Juni 2007, Hendarto Setiadi dipercaya menjadi ketua. Sementara Eddie R Notowidig­do menjadi ketua pada Kongres X HPl 16 Oktober 2010.
Penerjemah, Jembatan Antarbangsa

PARA penerjemah dan juru bahasa profesional mengikuti pelatihan “Kiat Penyuntingan Dalam Penerjemahan” di Jakarta, Sabtu (24/8/2013). Narasumber adalah jurnalis senior “Pikiran Rakyat” Imam JP (duduk, kedua kanan). Hadir pula, Ketua Umum Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) Eddie R Notowidigdo (duduk .ketiga kanan)*

HPI pun terus berkembang. Waktu Eddie terpilih sehagai ketua, organisasi ini baru memiliki 224 anggota. Dengan digelarnja berbagai program, kini HPI memiliki kurang lebih 950 anggota.
Dalam perkembangannya itu, HPI memiliki partner yakni milis Bahtera(Bahasa dan TerjemahanIndonesia) yang didirikan Bashir Basalamah, Sofia Fifi Mansoor, dan Wiwit Margawiati. Di milis yang beranggotakan 3.597 orang tersebut, berbagai istilah didis­kusikan oleh para penerjemah dan juru bahasa yang berkedudukan di berbagai belahan dunia. Sementara di Facebook, HPl menyelenggarakan dua grup, yakni Himpunan Penerjemah Indone­siadan HPI English Grammar Corner.
HPI kini sudah memiliki empat komisariat daerah (komda), yakni Jawa Barat, DI Yograkarta-Jawa Tengah (digabung), Jawa Timur, dan Bali. Pa­da 5 Oktober 2013 nanti akan didiri­kan komda kelima, yakni Nusa Teng­gara (NTB dan NTT). Sebagai organi­sasi profesi, sejak 2010 HPI menyelenggarakan Tes Sertifikat Nasional (TSN). Mulai Oktober 2013 ini, HPI merencanakan penyelenggaraan TSN Penerjemah Umum dan TSN Pener­jemah Hukum, sedangkan awal 2014 TSN Juru Bahasa.
Untuk pembinaan, HPI menggelar berbagai pelatihan dan lokakarya, baik menyangkut penerjemahan maupun penyuntingan bahasa terjemahan. Or­ganisasi nirlaba ini juga menyediakan basis data dalam jaringan (daring) bagi penerjemah dan juru bahasa dengan nama lndonesian Directory of Translators and Interpreter, di http://sihapei.hpi.or.id sebagai layanan bagi masyarakat umum dan para anggota HPI.
Selain bermanfaat bagi para penerjemah, direktori itu pun memu­dahkan masyarakat untuk mendapat penerjemah profesional bermutu sesuai dengan kebutuhan. Direktori yang diluncurkan Februari 2013 ter­sebut juga sudah dilaporkan kepada Federasi Internasional Penerjemah (Fédération Internationale des Traducteurs/International Federation of Translators), dan kiprah HPI di ranah internasional semakin teruji. Perkem­bangan itu membuktikan bahwa kini para penerjemah dan juru bahasa su­dah berperan sebagai “jembatan” yang mampu mengokohkan hubungan bangsa-bangsa di dunia (Imam JP/”PRM)***
Penerjemah, Jembatan Antarbangsa Sumber Pikiran Rakyat
Sumber: Koran Pikiran Rakyat
Sumber:
JUMAT (MANIS) 30 AGUSTUS 2013
23 SYAWAL 1434 H
SAWAL 1946
ANTARKITA  31

Leave a Reply