Murah Mahal Mahar

Sudah dua hari lebih rasanya cerita yang dibaca di facebook terus terngiang di kepala. Mengapa cerita yang dalam Bahasa Inggris ini tidak diterjemahkan saja ke dalam Bahasa Indonesia? Siapa tahu cerita kecil ini ada manfaatnya, khususnya setelah diterjemahkan dengan gaya terjemahan bebas (tentu tanpa Google Translate :D ). Baiklah langsung saja ceritanya dimulai. Selamat membaca.

Murah Mahal Mahar

Murah Mahal Mahar
Ilustrasi dari Islam itu Indah (facebook.com)

Ditulis oleh Hiba Ammar:

Ketika ayahku menikahi ibuku, ayahku memberikan Surat Ali-Imran sebagai mahar (Inggris: dowry) perkawinan mereka.

Kemudian, ketika suamiku melamar diriku, ayahku mengatakan kepadaku bahwa, suamiku diharuskan menghafal salah satu surat di dalam Al-Quran sebagai mahar perkawinan kami. Pernikahan tidak akan diselenggarakan sebelum saya menerima mahar dari suamiku.
Lalu, aku diminta untuk memilih salah satu surat. Akhirnya, aku memilih Surat An-Nuur. Semua hukum yang ada, terkandung di dalam surat ini dan aku berpikir tampaknya akan sulit mengingat dan menghafal surat ini.
Dan sebelum hari pernikahan kami, selain kesibukan persiapan untuk “Hari Agung” kami, selama sebulan penuh Al-Quran tidak pernah lepas dari tangan suamiku, sebagai usahanya untuk menghafal surat yang kupilih.
Beberapa hari sebelum hari pernikahan kami, suamiku datang kepada ayahku untuk membacakan surat yang telah dihafalkannya.
Ayahku mengatakan kepada suamiku bahwa, setiap kali ia membuat kesalahan akan hafalannya, maka ia harus mengulang bacaan surat dari awal. Begitu pula selanjutnya. :))
Lalu, ia memulai membacakan Surat An-Nuur dengan suara lembut dan tenang, saat-saat yang tidak akan pernah aku lupakan dalam hidupku. Ibuku dan aku saling berpandangan dan kami akan tersenyum menunggu suamiku memuat kesalahan dalam hafalannya. Sehingga dia harus mengulang kembali dari awal hafalannya dan juga membuat bertambah “pahala” ku …
Akan tetapi suamiku – semoga Allah SWT. merahmatinya – menghafal surat tersebut dengan sepenuh hati dan ia sama sekali tidak membuat kesalahan satu pun dalam ayat-ayat yang dihafalkannya.
Ketika ia selesai membacakan surat tersebut, kemudian ayahku memeluk suamiku dan berkata, “Hari ini aku nikahkan engkau dengan anak perempuanku, sebab engkau telah memenuhi mahar perkawinan kalian… dan juga atas janjimu kepada diriku…”
Suamiku tidak membayar satu rupiah sama sekali sebagai mahar perkawinan kami… Dan kami sama sekali tidak membeli emas atau juga logam mulia yang berharga puluhan juta rupiah…
Suamiku mencukupi aku dengan Firman Allah SWT. sebagai sumpah atau ikatan janji pernikahan kami…
Dan pertanyaannya adalah…. Aku penasaran sekali, surat apa yang akan dipilih putriku sebagai mahar perkawinannya?

Subhan’Allah, sebuah contoh yang mengagungkan.
Diterjemahkan oleh Penerjemah Bahasa dan dibagikan dari Islam Itu Indah melalui Ustaz Khairul Azhar.
Kisah Pernikahan Terindah dalam Bahasa Inggris

Sumber Terjemahannya

Semoga ada manfaatnya, lebih dan kurang akan hasil terjemahan ini, penulis (penerjemah) mohon maaf.

6 Comments

  1. felisbag 14 Januari 2015 22:56
    • Ridha Harwan 15 Januari 2015 06:49
      • eyuana 13 Februari 2015 05:20
        • Ridha Harwan 15 Februari 2015 17:02
  2. eyuana 8 Januari 2015 19:16
    • Ridha Harwan 9 Januari 2015 06:01

Leave a Reply