Kabar Palestina, 21 Juni 2013

Tambahan informasi :)

Kebetulan Masjid Pusdai (Pusat Studi Dakwah Islam), atau Islamic Center Bandung yang berada di jl Diponegoro No. 63, tidak begitu jauh dari lokasi tempat tinggal saya saat ini, yaitu di samping Monumen Perjuangan Rakyat Bandung, depan Gedung Sate. Jadi, jika memungkinkan, sesekali saya pergi melaksanakan salat Jumat di masjid ini. Apalagi kalau waktu sedang longgar terkadang setelah salat Zuhur (senin-kamis), saya pergi ke Masjid ini, dikarenakan setelah Zuhur ada semacam Kultum di masjid ini. Hitung-hitung sambil merasakan istirahat jam makan siang, cari panas matahari, goyangin badan, atau juga memanaskan motor, setelah sebelumnya melakukan kegiatan terjemahan, jika ada.

Kabar Palestina, 21 Juni 2013 Batu Rumah sakit Indonesia di Gaza
Yuk Bantu…

Hari ini tepat, 12 Sya’ban 1434 H, atau kurang lebih 3 minggu sebelum Ramadhan 1434 H, 7 minggu menuju mudik raya, kebetulan saya melaksanakan salat Jumat di masjdi Pusdai ini. Sebelum salat jumat dimulai, pihak masjid Pusdai mengumumkan kalau saat ini sedang kedatangan saudara-saudara dari Palestina yang ingin bersilaturahmi selepas salat Jumat.  Begitu azan akan dikumandangkan, para tamu tersebut mulai mengisi saf persis dibelakang Imam, masuk melalui pintu samping yang ada disebelah kiri posisi Imam. Ketika kutbah telah selesai dan salat Jumat akan dilaksanakan, khatib mempersilakan tamu tersebut mengimami salat jumat.

Setelah selesai melaksanakan salat Jumat dan salat Sunah, kemudian sang imam, yang dipanggil Syekh (tidak ingat namanya), berdiri beserta seorang penerjemah (interpreter) yang masih sangat muda (sekitar 19-21 tahun) berdiri disamping. Terlihat juga seorang yang juga masih muda, yang sama-sama menggunakan pakaian gamis putih dengan sang Syekh, mendampingi sang Syekh tersebut. Indah sekali memandang kombinasi ini. Seorang Syekh yang telah meluluskan ribuan Hafiz AlQuran kira-kira berumur 40-50 tahun berdampingan dengan pemuda yang yang masih belia sekali, seperti mahasiswa pada tahun ke 3 di masa perkuliahannya. Apalagi juru Bahasa Arab – Indonesia ini, fasih dalam menerjemahkan setelah ucapan Syekh ini. Beda sama yang nulis tulisan ini.
Kabar Palestina, 21 Juni 2013 Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Rumah Sakit Indonesia di Gaza
Pertemuannya tidak berlangsung lama. Jika dihitung, mungkin sang interpreterini hanya menerjemahkan kurang dari 20 paragrah atau kurang dari 20 kali jeda, mungkin tidak lebih dari 30 menit. Hanya saja yang sedikit membuat saya terharu, selepas pembicaraan ini para jamaah yang masih berada hingga selesai acara ini, semuanya bersalaman sambil memeluk sang Syekh ini. Tidak banyak jamaah jumat yang mendengarkan acara ini hingga selesai, mungkin kurang dari 3 saf dari sekian banyak dan lebarnya saf di Masjid Pusdai ini.
Berikut ini poin-poin apa yang saya dapatkan.
  • Banyak media yang tidak memberitakan, apa yang terjadi di Palestina saat ini.
  • Banyak pula para muslim yang tidak begitu mengenal apa itu Masjid Al-Aqsa.
  • Saat ini Masjid Al-Aqsa sedang dalam blokade. Terowongan bawah tanah dibuat dan digali dengan tujuan agar masjid ini runtuh dan digantikan oleh Haikal Sulaiman.
  • Hanya orang yang berumur di atas 50 tahun saja boleh salat di Masjid Al-Aqsa.
  • Masjid Al-Aqsa dijadikan tempat maksiat, seperti minum-minum alkohol hingga laki-laki membawa wanita ke dalam masjid ini dan melakukan kemaksiatan.
  • Mereka yang tidak diizinkan masuk kedalam masjid ini, berjaga-jaga di luar masjid ini untuk mencegah pria dan wanita memasuki masjid untuk melakukan maksiat, sambil melakukan kegiatan hafalan alquran mereka.
  • Listrik di Palestina, kalau tidak salah di Gaza City, hanya hidup setengah hari saja.
  • Masyarakat Palestina sama halnya dengan kita (Bangsa Indonesia), mereka juga muslim dan Mukmin.
Disampaikan pula, walaupun kondisi Palestina yang sedemikian rupa, namun Sang Syekh ini bersyukur, akan adanya kepedulian dari berbagai pihak (Bangsa Indonesia). Kepedulian ini diwujudkan oleh yayasan dalam membangun rumah sakit di Gaza, yang diberi nama Rumah Sakit Indoensia di Gaza Palestina melalui mer-c.org. Karena, banyak universitas, gedung pemerintahan, sekolah, rumah sakit, hancur. Dengan adanya Rumah Sakit Indoensia ini, manfaat daapt dirasakan secara langsung oleh masyarakat Palestina.
Kabar Palestina, 21 Juni 2013 Proses Pengalian Sumur Air (Deep Well)
Proses Pengalian Sumur Air (Deep Well)
Diakhir pembicaraan, sang Syekh menyampikan kita, umat Muslim yang ada di Indonesia, agar membantu para saudara-saudara kita yang ada di Palestina dalam berjuang mempertahankan masjid Al-Aqsa. Bukankah orang membantu seseorang yang sedang berjuang, imbalannya sama dengan orang yang sedang melaksankan perjuangan itu. Digambarkan, Masjid ini seperti masjid yang diperebutkan. Seperti kita memiliki sesuatu, namun tiba-tiba datang sekelompok orang yang mengusir kita dan merampas apa yang kita miliki dan mengusir pemilik barang itu. Dukungan doa ataupun dukungan materi sangatlah penting, karena masjid Al-Aqsa merupakan milik Umat Islam.
Kurang lebih itu yang disampaikan. Dikatakan pula, ini merupakan kali ke 2 beliau datang mengunjungi Pusdai dan kali ke 3 ke Indonesia. Walaupun yang mendengarkan tidak begitu banyak, setidaknya dengan adanya tulisan kecil yang saya buat begitu lepas dari pertemuan itu, apa-apa yang disampaikan beliau, yang merupakan berita langsung dapat saya sampaikan melalui tulisan kecil ini. Dalam blog jasa translate Indonesia ke Inggris ini sengaja saya beri label, Lapanta atau Laporan Pandangan Mata.
Lebih dan kurang laporan pandangan mata ini dari penulis, penulis ucapkan permohonan maaf.
Bantuan Dari Pembaca Republika

Tautan lain:
Informasi lain Rumah Sakit Indonesia di Facebookatau kunjungi www.mer-c.org

Leave a Reply