Google Terjemahan dan Penerjemah

Tulisan ini merupakan Bagian II dalam tulisan kecil lain yang berjudul Analisis Penerjemah dan Google Terjemahan, Kajian Historis Sederhana.

Google Terjemahan Inggris Indonesia

Google Terjemahan dan Penerjemah
Contoh Tampilan Google Terjemahan
Jika membicarakan Google Terjemahan dan Penerjemah, tampaknya seperti menjelaskan “Penerjemah Manusia” dan “Penerjemah Mesin”. Proses penerjemahan itu sendiri sangat erat sekali dengan istilah “konteks”. Berbagai makna berdasarkan konteks, lahir dalam proses penerjemahan. Secara sederhananya, berbagai hasil proses penerjemahan arti bahasa sumber ke bahasa sasaran dihasilkan. Google Terjemahan yang ada saat ini, tampaknya mengambil arti pasangan bahasanya berdasarkan arti yang ada di dalam kamus. Walaupun arti kata yang ada, akan terus berkembang dengan adanya berbagai masukan arti-arti baru ketika terjadi proses penerjemahan melalui Google Terjemahan secara daring (online). Algoritma Google Terjemahan sendiri akan terus berkembang, sejalan pemikiran-pemikiran baru para pengembangnya, ahli program itu sendiri (programmer) akan bahasa yang dikembangkan.

Penerjemah (manusia) menerjemahkan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran berdasarkan konteks terjemahan. Berbagai pertimbangan pemilihan kata sasaran dilakukan oleh penerjemah, mulai dari arti kata secara leksikal (kamus), arti kata secara kontekstual, pembuatan istilah baru dsb.

Sejauh ini, Google Terjemahan mampu melakukan proses penerjemahan berdasarkan makna yang ada di dalam kamus. Namun belum dapat melakukan penerjemahan secara kontekstual. Karena itu, pekerjaan editing atau bahkan melakukan penerjemahan ulang, perlu dilakukan ketika menggunakan Google Terjemahan sebagai alat bantu penerjemah. Jika algoritma Google Terjemahan mampu mengenali makna kata secara kontekstual, sebagaimana layaknya seorang penerjemah, bisa jadi hasil terjemahan yang akan dihasilkan akan mampu bersaing dengan hasil terjemahan penerjemah.

Namun demikian, untuk mencapai tahapan penerjemahan kontekstual, para pengembang Google Terjemahan harus mampu mengembangkan algoritma yang sangat luar biasa. Karena proses ini bagaikan menciptakan Algortima yang akan bersaing dengan kemampuan daya pikir seorang penerjemah. Yang mana, dalam perjalanan sebuah bahasa, bahasa itu sendiri terus bermodifikasi, apakah arti sebuah bahasa itu akan mengembang, menyempit, punah, berganti, dsb. Jika layanan ini mampu melakukan pekerjaan sebagaimana proses penerjemahn itu berlangsung, bisa jadi suatu saat Google Terjemahan akan dominan atau bahkan menggantikan posisi para penerjemah itu sendiri. Bukankah sekarang sudah muncul berbagai teknologi canggih, yang dimasa lampau dinilai sangat mustahil dan tidak mungkin dilakukan (atau bisa jadi sebaliknya).

Proses Google Terjemahan dan Penerjemah
Gambaran Proses Penerjemahan Gogole Translate (find my soft com)

Jika kembali lagi ke sejarahnya, jika hal ini mungkin dilakukan, bisa jadi kemampuan manusia menerjemahkan yang sudah ada sejak berabad-abad yang lalu akan tergantikan oleh mesin yang disebut dengan “Mesin Penerjemah”.

Pertanyaanya, apakah itu mungkin dilakukan? Entahlah. :)

Tulisan ini tidak sengaja tercipta menjadi dua bagian. Bagian yang lain yaitu Analisis Penerjemah dan Google Terjemahan, Kajian Historis Sederhana yang merupakan bagian awal dari tulisan ini.

Leave a Reply