Sebuah Catatan Kecil Penerjemahan

Berbagai macam cerita yang muncul dari para penerjemah (translator) atau juru bahasa (interpreter). Ada cerita lucu, aneh, inspiratif, mengerikan, hingga yang super rahasia. Mungkin cerita saya yang satu ini tergolong biasa, namun saya pribadi mengatakan “bahannya yang tidak biasa”, dikarenakan mungkin saja baru kali ini saja menerima bahan yang akan diterjemahkan dengan bahan yang baru kali ini saya terima. Saya juga berharap jangan terlalu sering menerima bahan terjemah Inggris Indonesia ini.
Sebetulnya cerita ini hampir 2 pekan berlalu semenjak saya menerima dan menolak bahan yang akan diterjemahkan. Ceritanya, sekitar pukul delapan malam ketika saya memeriksa surat elektronik saya (surel atau email), saya menemukan permintaan terjemahan yang mengaku seseorang  dari Turki. Dia ingin jasa translate  sebuah dokumen berbahasa Indonesia ke Bahasa Inggris. Yang menarik adalah isi dari dokumen ini. Karena alasan isi dokumen inilah saya tidak jadi menerjemahkan bahan yang diberikannya.

Apa isi dokumen ini?

Melalui tulisan dalam blog jasa penterjemah saya ini saya hanya bisa menyebutkan judul dokumen terjemahan Bahasa Inggris dari Bahasa Indonesia yang saya tolak. Judul utama dokumen ini yaitu:

“Kunci Ilmu Khodam Ghoib”

Memang cukup menarik dokumen ini. Terlebih lagi saya mendapatkannya dari pelanggan yang baru dan belum saya kenali. Bisa saja saya menerjemahkan dokumen ini dengan memberikan harga di atas harga rata-rata terjemahan. Awalnya saya ragu-ragu dikarenakan ketidaktahuan saya, terlintas pikiran saya, saya pernah membaca hal yang terkait etika profesionalitas juru bahasa. Saya pun langsung menuju grup atau forum Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) yang berada di facebook com untuk menimba ilmu alias bertanya-tanya.
Saya pun membuat utasan yang berisikan pertanyaan mengenai bagaimana menerjemahkan dokumen yang bertemakan “Kunci Ilmu Khodam Ghoib, kegunaan air asmak khodam ghoib, pemanfaatan Ilmu khodam” dsb. Alhamdulillah atas himbauan dari salah satu rekan dan anggota HPI yang cukup responsif (kurang dari 15 menit) dan yang saya kagumi, saya mendapatkan jawabannya. Yaitu menolak menerjemahkan dokumen yang saya terima dengan alasan etika profesionalitas. Saya berterima kasih sekali atas masukan yang begitu berharga yang diberikan kepada saya.
Memang secara jujur, bisa saja saya menerima dokumen itu untuk diterjemahkan. Namun saya pribadi merasa ragu-ragu untuk menerjemahkan dokumen itu. Akhirnya dengan pandangan yang saya terima, akhirnya saya menolak bahan yang saya terima untuk diterjemahkan.
Bagi saya pribadi cukup menarik ini dan terus terang saya tidak membaca secara penuh dan serius dokumen yang akan diterjemahkan tersebut. Hanya saja yang menarik adalah, adanya orang asing yang mengaku tinggal di Turki dan ingin mengetahui ilmu-ilmu yang bahasa pengajarannya adalah Bahasa Indonesia dan ingin diterjemahkan ke dalam Bahas Inggris (English). Apakah kurang bahan (kamus atau buku) yang berbahasa Inggris mengenai ilmu ini, sehingga mereka harus “berguru” ke Indonesia? :D
Cukup menarik bagi saya. Begitulah catatan kecil seorang penerjemah dalam menawarkan jasa penerjemah bahasa Inggris ke Indonesia atau pun sebaliknya.
Demikian. :)
Sebuah Catatan Kecil Penerjemahan
Bayang-Bayangnya Kurang Lebih Seperti Ini :)

Leave a Reply