Penerjemah dan Juru Bahasa Bukan Profesi Sepele

Penerjemah dan Juru Bahasa Bukan Profesi Sepele. Pada tanggal 3 Juli 1997, sebuah komunitas Bahtera– BAHasa dan TERjemahan Indonesia (https://twitter.com/bahtera‎)- berdiri dengan jumlah anggota kurang dari 10 orang. Di antara 10 orang tersebut terdapat orang Indonesia, Singapura, Amerika, Belanda, dan Prancis.“Penerjemah Indonesia membutuhkan wadah untuk berkomunikasi dan berinteraksi,” ujar salah satu pendiri Bahtera, Sofia Mansoor. “Selain menjalin silaturahmi antar penerjemah, Bahtera juga berfungsi sebagai sarana komunikasi dalam bisnis penerjemahan dan pemberian bantuan dengan menggunakan surel dan milis,” lanjutnya lagi.Kini komunikasi Bahtera memiliki 3.000 anggota dan masih terus bertambah tiap harinya. Anggotanya tidak hanya penerjemah saja, pemerhati bahasa pun bergabung dalam komunitas ini. Selain itu, anggota Bahtera tidak terbatas pada orang-orang yang berdomisili di Indonesia, tapi juga dari seluruh pelosok dunia.

Penerjemah dan Juru Bahasa Bukan Profesi Sepele
Berita Bahtera

Menurut Sofia Mansoor, topik yang menjadi bahan pembicaraan di dalam milis Bahtera mencangkup berbagai jenis bidang ilmu dan masalah. Bahkan tak jarang diakuinya pun seputar bahasa Indonesia itu sendiri. Walupun bahasa ibu, Bahasa Indonesia jarang dipahami sepenuhnya oleh penggunanya. Permasalahan seperti struktur bahasa, penggunaan kata yang tepat, kata depan, dan imbuhan seringkali menjadi pembahasan yang cukup panjang di dalam milis.

Ivan Lanin, seorang bahterawan – sebutan bagi anggota Bahtera, memutuskan untuk membuat kateglo (kamus thesaurus glosari) online dengan tujuan membantu bahterawan dalam berbahasa. Situs buatan Ivan Lanin merupakan situs pertama di Indonesia yang menyediakan kamus bahasa Indonesia dan Tesaurus yang lengkap.

Selain memiliki milis dan situs pendukung seperti kateglo, Bahtera juga telah menerbitkan dua buku yang menceritkaan suka duka 45 penerjemah dan juru bahasa yang menjadi anggota Bahtera berjudul “Tersesat Membawa Nikmat.” Dan “Menatah Makna.” Keduanya dapat memberikan sebuah gambaran lebih jelas mengenai dunia penerjemahan dan kehidupan penerjemah.

Bagi Sofia Mansoor, dunia penerjemahan merupakan dunia yang menyenangkan. Ia telah menerjemahkan banya buku dan artikel. “Menerjemahkan artikel Nasional Geographic Indonesia adalah pekearjaan yang paling menyenangkan,” ungkap wanita yang akrab dipanggil Nifi ini. Selain itu, ia kini memiliki jaringan teman-teman dan rekanan yang tersebar di seluruh dunia berkat Bahtera yang didirikannya bersama Bashir Basalamah dan Wiwit Margawiati.

Hingga saat ini bahasa yang diterjemahkan oleh bahterawan adalah Bahasa Indonesia, Inggris, Prancis, Mandarin, Spanyol, Belanda, Jepang, Jawa Tetum, dan sebagainya.

Bahtera juga sering mengadakan seminar penerjemahan yang terbuka untuk umum. “Permintaan akan jasa juru bahasa semakin tinggi mengingat semakin meningkatnya komunikasi antara pihak Indonesia dan pihak lain yang berbahasa asing, misalnya di LSM internasional, komunitas profesi, dunia industri, dan perdagangan,” tutur Sofia Mansoor. Oleh karena itu, penerjemah Indonesia harus siap menghadapi meningkatnya permintaan ini dengan meningkatnya kualitas hasil terjemahan.

Adyasa Devindra
Dikutip dari www.sindocommunity.com, sebagaimana yang dikirimkan dalam halaman Bahtera di https://www.facebook.com/milis.bahtera 8 Agustus 2011.

Leave a Reply