Pengalaman Saya Menjadi Seorang penerjemah 2007-2012, Bag. III

Bagian III: Dunia Kerja (Umum)

Hampir 2 tahun bekerja di bank syariah (tepatnya 1 tahun 7 bulan) yang berlokasi di Bekasi-Kalimalang, dengan kontrak awal terikat adalah 1 tahun dan sisanya diperpanjang tanpa terikat. Namun selama saya bekerja di bank, saya masih menerima tawaran terjemahan beberapa kali. Setelah melakukan pertimbangan yang cukup lama selama masa kerja saya (hampir lebih 1 tahun), akhirnya saya mengutuskan mengundurkan diri dari perbankan syariah.

Hampir semua yang saya kenal menyayangkan keputusan saya mengundurkan diri, termasuk diri saya dan keluarga saya. Saya pun sangat menyadari, mengapa semuanya sangat menyayangkan keputusan yang saya ambil. Karena memang saya akui, pendapatan yang saya terima cukuplah besar apabila saya bandingkan dengan perbankan lainnya, apalagi dengan suasana kerja yang sangat nyaman sekali. Hampir seluruh rekan kerja satu kantor cabang pembantu saya, termasuk juga kepala cabang baru saya (yang masih menawarkan saya untuk bergabung begitu saya telah selesai bekerja) menyayangkan keputusan saya. Karena pada saat itu saya telah ditawarkan untuk posisi lain. Saya pun menyadari arti sebuah kebersamaan, kerja sama, dan kekeluargaan dalam keluarga ke dua setelah keluarga inti, begitu saya meninggalkan pekerjaan saya itu. Sebuah jam tangan yang cukup berharga menandakan sebuah kenang-kenangan yang cukup sulit untuk dilupakan, karena saya yakin jam tangan ini akan awet sampai dengan lebih dari 20-30 tahun.

Akhirnya dengan hasil kerja saya di perbankan ini, saya berdua dengan rekan penerjemah lain, yang saya kenal dalam sebuah forum Cat Tools, bersepakat berpatungan untuk membali sebuah Cat Tools (Alat Bantu Penerjemahan atau Computer Aided Translation Tools) SDL Trados 2009, beli satu dapat dua lisensi. Dia memakainya pada sebuah laptop sedangkan saya menggunakannya dengan personal computer. Pembelian lisensi kami lakukan dengan cara transfer langsung ke nomor rekening luar negeri yang dituju, begitu setelah melakukan pendaftaran pembelian program di situs resmi program ini. Selain membeli program penerjemahan, saya pun mencoba mengikuti UKP (Ujian Kualifikasi Penerjemah) yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia di Depok pada tahun 2010, namun gagal. UKP yang saya ikuti adalah penerjemahan Inggris ke Bahasa Indonesia bidang umum.

Tentunya sebelum saya meninggalkan secara resmi pekerjaan di perbankan ini, saya telah beberapa kali mengikuti, dan tentunya telah menjadi anggota terlebih dahulu, pelatihan yang diadakan oleh Himpunan Penerjemah Indoensia (HPI), sebagai organisasi yang mewadahi para penerjemah dan alih bahasa (interpreter) seluruh Indonesia. Tentu saja pertaruhan saya cukup besar dalam memutuskan meninggalkan pekerjaan saya sebelumnya. Saya pun bangga menjadi anggota muda HPI (walaupun setelah 2 tahun menjadi anggota muda, saya baru tahu bisa menjadi anggota penuh dikarenakan proyek disertasi yang saya selesaikan) yang diakui oleh Himpunan Para Penerjemah Dunia, karena disinilah saya banyak belajar mengenai dunia penerjemahan. Mulai dari berbagai cerita dari seorang penerjemah itu sendiri, penerbit buku, agensi penerjemahan, cat tools, tarif penerjemahan, hingga pangsa pasar di luar negeri yang masih belum banyak digarap dengan bantuan cat tools ini. Semuanya saya dapatkan dari berbagai forum dan pelatihan yang telah saya ikuti sebelum saya meninggalkan kantor saya sebelumnya (bank).

Bersambung ke Bagian IV: Dunia Kerja (Penerjemahan)

Lihat Juga:
Bagian I    : Di Kuliah
Bagian II   : Setelah Lulus Sarjana
Bagian IV : Dunia Kerja (Penerjemahan)
Bagian V   : Penutup, Catatan Kaki

Leave a Reply