Kewirausahaan Sosial

Inilah tulisanku di sela-sela liburanku pulang ke kota dimana saya dibesarkan, Jambi. Walaupun berlibur namun saya menyebutknya dengan “pindah meja kerja”. Saya pribadi tidak tahu apakah istilah kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) ini masih baru atau belum pernah saya dengar. Memang tampaknya istilah kewirausahaan sosial bernada positif. Karena hampir semua kita berkeinginan mandiri, dalam hal pekerjaan khususnya, apalagi menuju kewirausahaan sosial.

Kewirausahaan ini sendiri memiliki arti perihal wira swasta dan kewirausahaan dalam KBBI dikenal dengan kewiraswastaan. Lalu bagaimana dengan istilah kewirausahaan sosial. Mungkin banyak yang bertanya, apa yang dimaksud dengan kewirausahaan sosial. Istilah ini saya dapatkan ketika saya menyaksikan acara perbincangan tatap muka dalam stasiun televisi swasta. Tidak sengaja saya temukan acara ini, awalnya saya agak bingung kenapa acaranya menggunakan Bahasa Inggris, bukan menggunakan Bahasa Indonesia. Ternyata dalam acara itu, menghadirkan tokoh yang dikenal dengan “bisnis sosial”nya. Dia adalah Muhammad Yusuf dari Bangladesh, India. Dia menjelaskan apa yang dimaksud dengan bisnis sosial yang dilakukannya sekaligus kewirausahaan sosial dan contoh kewirausahaan sosial.

Sebelum saya mencoba menjelaskan apa yang dimaksud dengan bisnis sosial (social business), saya mencoba dulu menjelaskan apa yang dimaksud dengan kewirausahaan sosial (social entrepreneurship). Kewirausahaan sosial adalah jenis usaha mandiri yang dalam melakukannya usahanya terdapat nilai-nilai sosial.  Artinya, ketika kita melakukan atau membangun sebuah usaha untuk untuk mendapatkan keuntungan ada baiknya kita mengacu kepada nilai-nilai sosial dalam membantu masyarakat atau memberdayakan masyarakat. Definisi kewirausahaan sosial ini saya rangkum setelah menyaksikan acara televisi tersebut.  Dalam perbincangan yang dilakukan, kewirausahaan itu sendiri banyak mengacu kepada golongan muda. Di mana tampaknya golongan mudalah yang dinilai sebagai orang yang baru atau memulai usahanya.
Nah dari sinilah terbesit usaha yang sedang saya lakukan, jasa penerjemah bahasa dengan tulisan kewirausahaan sosial ini. Memang tampaknya usaha saya terkesan menjual jasa tanpa membuka toko, toko dalam artian secara fisik. Namun kemudian, ketika saya menyaksikan acara itu, saya terpikir akan usaha terjemahan yang saya lakukan. Apa mungkin dihubungkan dengan kewirausahaan sosial, mungkin jawabannya bisa jadi atau mungkin tidak.
Mari kita kembali dengan istilah bisnis sosial. definisi dari bisnis sosial, saya ambil dari perbincangan tokoh yang sudah saya sebutkan di atas. Arti dari bisnis sosial adalah, sebuah bisnis yang dilakukan tidak hanya mencari keuntungan namun juga bisnis ini memiliki manfaat langsung terhadap masyarakat yang kekurangan atau masyarakat miskin. Mungkin penjelasan arti bisnis sosial agak kurang jelas. Saya coba memberi contoh bisnis sosial, dalam acara itu dijelaskan, arti bisnis konvensional itu sendiri adalah mencari keuntungan. Lalu penjelasan contoh bisnis sosial yaitu, bagaimana kita tetap mendapatkan keuntungan dengan cara-cara yang humanis (istilah saya). Sebagai contoh gambaran bisnis sosial, ketika kita ingin membuka rumah sakit, tentunya kita akan membutuhkan dana atau modal untuk menjalankan bisnis ini. Lalu kemudian, ketika kita telah mendirikan rumah sakit tentu kita menginginkan keuntungan dari bisnis ini. Kemudian dijelaskan, bisnis sosial terletak pada pemberian biaya pengobatan kepada pasien yang kekurangan ekonomi dengan biaya terjangkau. Walaupun kita menetapkan biaya yang terjangkau, kita juga tetap menentukan biaya pengobatan yang biaya itu akan menutupi biaya operasional usaha kita agar tetap mendapatkan keuntungan.
Di sinilah letaknya bisnis sosial. Kita tetap melakukan bisnis namun tetap mendapatkan keuntungan dari bisnis yang kita lakukan. Kemudian begitu kita mendapatkan keuntungan akan bisnis kita, keuntungan yang didapatkan kemudian kita putar kembali untuk usaha sosial. Memang agak lucu kedengarannya. Dalam acara kewirausahaan sosial itu disebutkan sebagai bentuk “kedermawanan”.
Begitu istilah kedermawanan ini keluar, muncul pertanyaan dari pembawa acara, apa mungkin dalam bisnis ada kedermawanan terlebih lagi dalam kewirausahaan sosial. Sang narasumber bertanya balik, bagaimana dengan anda, apakah anda ingin memberikan hasil yang anda dapatkan untuk kepentingan sosial. Jawabannya mungkin dan banyak sekali orang yang ingin melakukannya serta memberikan hasil jerih payahnya untuk dibagikan bagi kepentingan sosial.
Betul sekali, dalam istilah agamanya adalah sedekah, infaq, zakat, dsb. Terkadang dengan berbagi pintu rezeki akan semakin terbuka untuk kita. Dengan kewirausahaan sosial ini tampaknya kita tidak memberikan sumbangan secara langsung, namun memberikan apa yang dibutuhkan bagi kepentingan sosial.
Itulah sekilas gambaran tentang bisnis sosial (social business). Lalu bagaimana  dengan kewirausahaan sosial sebagai mana judul tulisan (konyol) saya ini. Karena saya bukan ahli ekonomi atau manajemen atau yang berkaitan dengan itu dan saya pribadi kurang percaya diri menjelaskan istilah ini karena bukan ranah saya. Mungkin di sinilah letaknya antara apa yang dimaksud dengan kewirausahaan sosial dan bisnis sosial dalam kaitannya dengan usaha terjemahan saya ini. Pada awalnya tulisan yang ada dalam blog saya ini hampir berhubungan dengan jasa penerjemahan atau translate inggris ke indonesia dan sebagainya. kemudian saya mencoba membuat sebuah tulisan ulang mengenai apa yang dimaksud dengan redenominasi serta gambar uang baru rupiah 2013 – 2014 setelah redenominasi mata uang rupiah. tidak disangka, statistik pengunjung yang mengunjungi lapak saya ini menjadi tinggi. Saya sadar blog jasa terjemahan saya ini tampaknya tidak ada hubungannya dengan berbagai tulisan yang saya tulis di sini. Beberapa contoh tulisan saya yang tidak ada hubungannya yaitu Penjelasan Google Organik, Filsafat Ilmu, Jujun S. Suriasumantri, Kaskus Tidak Bisa Diakses Gans, Gambar Redenominasi Rupiah 2014 dan masih banyak lagi.
Definisi Kewirausahaan sosial sumber :
Cukup konyol bukan. memang terlihat agak konyol tulisan saya yang saya buat tidak ada hubungannya dengan translator English Indonesia yang saya tawarkan apalagi ditambah dengan tulisan kewirausahaan sosial ini. tapi di sinilah saya melihat antara tulisan saya yang sekarang ini yang berjudul kewirausahaan sosial dengan jasa translate Indonesian to englsih. Sebagaimana di atas sudah disebutkan usaha kewirausahaan hampir ada terjadi pada golongan muda. Karena itu melalui blog terjemahan saya ini, saya berusaha membangun usaha saya ini melalui translation service.
Rekan-rekan dan banyak saudara saya bertanya, setelah selesai program Bahasa Inggris yang kamu kerjakan saat ini apa yang akan kamu lakukan. Jujur saya tidak bisa menjawab, adanya yang ada dalam pikiran saya adalah mengembangkan usaha terjemahan ini dengan nilai-nilai kewirausahan sosial yang baru saya dapatkan. Demikian semoga bermanfaat.

Leave a Reply