Lapanta Kopdar Bandung Grandia Restoran

 Lapanta Kopdar Bandung 29 Desember 2012:

 R(t)okets, dan Bubur Ayam

oleh Ridha Harwan HPI 02-11-0313

Hari Sabtu 29 Desember 2012 pukul 08.30 pagi, acara kumpul santai (kopi darat) para anggota HPI khususnya area Jawa Barat akhirnya diselengarakan di Grandia Resto & Cafe, Jl. Cihampelas 85, Bandung. Tidak ada acara ‘serius’ disini, benar –benar murni ajang silaturahmi bagi para penerjemah. Berikut ini sekilas Laporan Pandangan Mata (dan telinga / Lapanta) dari tempat kejadian yang berlangsung lebih dari 2 jam, sampai dengan sekitar pukul 11.30 WIB (Waktu Indonesia Bandung).
Peta Lokasi Grandia Restoran Bandung
Sekitar pukul 08.30 sudah berkumpul beberapa rekan-rekan (Ibu Kanya, Ibu Eva, Mbak Rosmeilan S. Ibu Betty, dan Mas Ikram) di ruangan terbuka Lantai 2 terlebih dahulu, tempat acara berlangsung, termasuk juga Ibu Lanny Utoyo sebagai penggagas acara (yang sekaligus Ketua HPI untuk Komda Jawa Barat). Acara diawali dengan pembagian kupon rabat perawatan tubuh oleh Ibu Kanya  dan juga cemilan  pembukaan dari Ibu Lanny. Beberapa rekan-rekan akhirnya tiba, diantaranya, Mbak Kartin, Ibu Sofia bersama Ibu Meita, Kang Asep S, Pak Hikmat beserta keluarga, dan Mas Arfan dari Jakarta yang dipandu olah Pak Ricky.

Meja (saung) yang awalnya hanya dapat menampung 8-10 orang akhirnya dimodifikasi dan berpindah ke pojok, dengan pemandangan yang cukup indah, lembah beton, Jembatan Japati dengan latar belakang Bukit Tunggal dan Gunung Tangkuban Perahu di arah utara serta suhu 200C, khas Kota Bandung tentunya. Perbincangan acara tidak jauh dari seputar bahasan ringan (dan suasana keakraban tentunya), mulai dari bahasan spanduk sounding r(t)okets, terjemahan, ‘ke bandung bersama cipaganti’ dan cerita sukhoi.  Ada juga sekilas tentang penerjemahan buku.

Spanduk acara roket
Coba perhatikan, “Tockets”…???
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang dengan suasana tetap cerah, tiba juga Mas Misran (Penerjemah Arab

Indonesia) dan Mbak Maria Renata bersama Pak Fajar serta sang buah hati. Atas kebaikan dan kemurahan hati, akhirnya Soekarno-Hatta pun tidak jadi melayang dari sarangnya (terima kasih :). Acara pun selesai setelah didahului oleh makanannya. Beberapa rekan-rekan melanjutkan acara silaturahmi ke rumah Bapak Rudy yang kebetulan pada hari itu merayakan hari ulang tahun, setelah kedatangan Mbak Vina A.

Great breakfast with great friends… :), don’t worry be HPI.

Leave a Reply