Terjemahan Inggris Indonesia Buku “The Power of Prophecy” Sudah Terbit

Sebuah buku yang memiliki judul “The Power of Propechy” (2007) hasil karya dari Peter Crey yang berisi sejarah atas perjuangan Pangeran Diponegoro ketika melawan penjajah Belanda kini telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dan memiliki judul “Kuasa Ramalan – Pangeran Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa 1785-1855”.Dalam keterangan persnya, di Semarang, Rabu, Juru Bicara Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD) , Ida Sudoyo mengungkapkan bahwa pihaknya memberikan dukungan atas terbitnya buku Peter Crey yang sudah dalam terjemahan ke Bahasa Indonesia.
Terjemahan Inggris Indonesia Buku "The Power of Prophecy" Sudah Terbit
Sampul Buku “The Power of Prophecy” Gambar:goodreads.com
Rencananya peluncuran serta pembahasan dari buku yang memiliki tiga segmen ini akan berlangsung di Universitas Diponegoro Semarang yang akan berlangsung pada tanggal 10 Maret 2012 dengan dihadiri oleh Ida selaku Direktur Komunikasi Korporasi PT Arsari Group dan didampingi oleh Didit Tumakaka, koleganya.
Untuk diketahui bahwa Peter Crey ini adalah seorang penulis yang berasal dari Irlandia yang akan ikut hadir serta sebagai pembicara dalam acara peluncuran buku terjemahan tersebut bersama dengan Hashim Djojohadikusumo, serta Rektor Undip Prof. Sudharto Prawata Hadi, budayawan Sardono W. Kusumo, mantan Menteri Pendidikan Wardiman Djojonegoro.
Didit mengutip ucapan dari Ketua YAD Hashim Djojohadikusumo bahwa sebenarnya ada banyak cara upaya untuk melestarikan sejarah yang menjadi bagian dari pusaka Indonesia. Oleh karena itu, ini adalah tanggung jawab bersama untuk dapat mewujudkan sepak terjang sejarah, budaya serta peradaban dari Bangsa Indonesia.
Bahkan jika diambil dari pengalaman hidup dari Pangeran Diponegoro, sebenarnya Bangsa Indonesia memiliki teladan yang diwariskan terkait kepemimpinan dan juga prinsip memimpin untuk selalu jujur, membela kebenaran serta konsekuen di atas kepentingan pribadi dan juga keluarga.
Buku yang diterbitkan dalam tiga jilid dan dibungkus dalam satu paket ini nantinya akan diperoleh gambaran terkait situasi pada saat perjuangan yang dilakukan oleh Pangeran Diponegoro di awal abad 19 saat melawan Penjajah  Belanda.
Didit juga menambahkan bahwa jika diamati, isu-isu yang ada didalam buku terjemahan tersebut memiliki kemiripan dengan isu yang saat ini dihadapi Bangsa Indonesia. Sebagai contoh adanya kemerosotan moral serta martabat, banyaknya korupsi serta adanya kesenjangan sosial.
Sumber: Oase Kompas 8 Maret 2012

Leave a Reply